Pada suatu hari Si Amin disuruh oleh emaknya mengambil mangga di kebun. Sedang Amin memanjat pokok mangga, tiba-tiba dia terlihat ke bawah ada sepasang remaja sedang 'bercekerama'. Maka berdirilah bulu roma Si Amin. Dia pun bertahan di atas pohon sambil menahan lututnya yang semakin mulai gemetar.
X lama kemudian didengarnya suara isak tangisan remaja perempuan itu, sambil tersendat-sendat dia bicara. "Abang macamana kalau saya hamil nanti? Abang kena bertanggung jawab." "Sudahlah, dik, kita serahkan semua ini pada Yang Di Atas, " jawab si lelaki..
Si Amin terperanjat lalu dia berteriak, "Wah! wah! kamu berdua yang sedap-sedap di bawah, senang-senang nak serahkan semuanya pada aku! Aku kan cuma tengok saja, usik pun tidak!!
Wednesday, June 3, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment